Kamis, 13 Oktober 2016

KOMUNIKASI



DEA GUSTRIARIN MARYADI
2KA01
11115621




APA ITU KOMUNIKASI?


Kita sering sekali melakukan komunikasi. Lalu apa yang dimaksud dengan komunikasi?
            Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common ). Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya communis, yang bermakna umum atau bersama-sama.
Para ahli mendefinisikan komunikasi menurut sudat pandang berbeda.
1.      Sarah Trenholm dan Arthur Jensen (1996 : 4) mendefinisikan komunikasi demikian : Komunikasi adalah suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
2.      Hoveland ( 1948 : 371) mendefinisikan komunikasi, demikian : Komunikasi adalah proses di mana individu mentransmisikan stimulus untuk mengubah perilaku individu yang lain.
3.      Gode (1969 : 5) memberi pengertian mengenai komunikasi sebagai berikut: Komunikasi adalah suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang.
4.      Raymond S. Ross (1983 : 8) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksud oleh sang komunikator.
Definis-definisi sebagaimana dikemukakan di atas, tentu belum mewakili semua definisi yang telah dibuat oleh para ahli. Namun, paling tidak kita telah mendapatkan gambarannya. Menurut saya sendiri komunikasi adalah proses penyampain informasi, ide ataupun gagasan dari satu pihak ke pihak lainnya sebagai penerima informasi.



Apa saja unsur-unsur dalam komunikasi ?
a.       Pihak yang mengawali
Pihak ini yang mengawali komunikasi megirim pesan. Biasanya disebut dengan sender. Pengirim ini juga disebut sebagai sumber dari pesan. Sebagaimana pengirim adalah orang yang masuk ke dalam lingkup hubungan baik dari diri sendiri, kelompok kecil ataupun kelompok besar.
b.      Pesan yang dikomuikasikan
Pesan yang dikomunikasikan adalah pesan yang berarti dan informatif. Pesan biasanya disampaikan untuk menghibur, memberi inspirasi, memberi informasi, meyakinkan atau mengajak untuk berbuat sesuatu.
c.       Saluran Komunikasi
Setelah pesan dikemas, pesan dapat disampaikan melalui saluran atau media. Pengirim dapat memilih media lisan(oral), tertulis(written), atau elektronik(electronic).
d.      Media Lisan
Pesan yang disampaikan melalui media lisan dapat dilaksanakan dengan menyampaikan sendiri, melalui telepon, mesin dikte atau videotape.
e.       Media Tertulis
Pesan yang disampaikan secara tertulis dapat disampaikan melalui surat, memo, laporan, hand-out, selebaran, catatan, poster, gambar, grafik dan lain-lain.
f.       Media Elektronik
Pesan yang disampaikan secara elektronik dilakukan melalui faximile, e-mail, radio, dan televisi.
g.       Pihak yang menerima
Pihak yang menerima pesan adalah rekan dalam komunikasi. Pihak yang menerima pesan tersebut disebut dengan receiver.
h.      Umpan Balik
Umpan balik atau bisa disebut dengan feedback merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang diterima dari pengirim. Umpan balik dapat berupa tanggapan verbal atau nonverbal.
Dalam berkomunikasi di temukan juga adanya hambatan. Apa saja hambatan-hambatan komunikasi?
1.      Hambatan yg bersifat teknis
Hambatan yang bersifat teknis maksudnya adalah keterbatasan fasilitas dan peralatan dari komunikasi itu sendiri yang di pergunkan sebagai pengantar informasi.
Menurut Chruden dan Sherma dalam bukunya Personel Management tahun 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi adalah :
a.       Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas
b.      Kurangnya informasi atau penjelasan.
c.       Kurangnya keterampilan dalam membaca
d.      Pemilihan meedia (saluran) yang kurang tepat.
2.      Hambatan semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikan dan komunikator), tapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan dengan apa yang di simbolkannya dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksud. Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya terhadap kata-kata yang dipakai.
3.      Hambatan Perilaku
Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, presepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan panca indera, dll.
Menurut Chruden dan Sherman :
a.       Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia yaitu perbedaan umur, perbedaan presepsi, perbedaan keadaan emosi, perbedaan status, keterampilan mendengarkan, penyaringan dan pencarian informasi.
b.      Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi yaitu suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staff dan efektifitas komunikasi organisasi.

Bagaimana cara menyalurkan ide melalui komunikasi ?

KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1.      Dari segi sifatnya :
         a.      Komunikasi lisan
komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka langsung dan tidak ada peralatan yang membatasi mereka.lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato. Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
         b.      Komunikasi tulisan
komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya. Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
         c.       Komunikasi verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu  fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
         d.      Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah  sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

2.      Dari segi arahnya :
·         Komunikasi ke bawah, mengalir dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk  instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja, pengumuman, dan sebagainya.
·         Komunikasi ke atas, porsi ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda dengan komunikasi ke  bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi.  Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.
·          Komunikasi horizontal, merupakan pertimbangan utama dalam desain organisasi. Namun organisasi yang efektif memerlukan juga  komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian.  Misalnya, komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.
·         Komunikasi diagonal, merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan. Komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.

4.      Menurut Lawannya :
a.       Komunikasi Satu Lawan Satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama
banyaknya. Contoh:berbicara melalui telepon
b.       Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)‏ : berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. Contoh: introgasi maling dengan kelompok hansip.
c.       Kelompok Lawan Kelompok : berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Contoh:  debat partai politik.

5.      Dari segi keresmian :
o   Komunikasi formal merupakan komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan,  dan kecepatan komunikasi.
o   Komunikasi informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi    tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu , gosip , atau rumor .





DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar