Minggu, 07 Mei 2017

TUGAS MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI#

MENGANALISIS DAN PENERAPAN MODEL TOTAL QUALITY MANAGEMENT YANG TEPAT TERHADAP WEBSITE INSTANTSI PEMERINTAH DI BIDANG PENDIDIKAN


DEA GUSTRIARIN MARYADI

dea-gustriarinm.blogspot.com
JURUSAN SISTEM INFORMASI, FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI, UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Margonda Raya No.100 Pondok Cina, Depok 16424



ABSTRAK

Pada era globalisasi yang teknologinya semakin maju, semua aktivitas dan informasi dapat diakses dengan mudah.Website dapat menjadi penopang yang bagus dalam mencari informasi karena dalam satu website mempunyai topik ulasan yang sama. Ada 3 desain interface website pendidikan instansi pemerintahan yang dianalisis dan dibandingkan antara 3 website tersebut dengan melihat total kunjungan, rata-rata durasi kunjungan, rata-rata jumlah halaman yang dilihat oleh pengunjung untuk sekali visit serta presentasi pengunjung yang paling besar diantara 3 website pendidikan tersebut.Informasi yang didapat dari website itu tentu saja harus berkualitas, dan pelayanan yang di dapat pada website tersebut juga harus memadai untuk para pengunjung yang datang ke dalam website tersebut. Pada suatu website dibutuhkan sistem untuk mengendalikan mutu yang sesuai dengan permasalahan yang ada pada website tersebut, yaitu dengan Total Quality Management(TQM). Pada TQM terdapat beberapa model yg berbeda. Untuk mengetahui perbandingan antara ketiga website tersebut dan menentukan penerapan model TQM yang tepat pada website pendidikan instantsi pemerintahan dapat dilakukan dengan penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data melalui analisis website tersebut. Dengan menganalisis serta membandingkan website tersebut didapat bahwa website yang paling banyak di kunjungi adalah website kemdikbud serta penerapan model TQM yang tepat pada website pendidikan instantsi pemerintahan adalah ISO 9000 karena menerapkan prinsip manajemen di dalamnya.

Kata Kunci: TQM(Total Quality Management), website, analisis, pendidikan.




PENDAHULUAN
Media komunikasi dan peralatan elektronik terus berkembang untuk memenuhi tuntutan lingkungan yang terus mengacu pada pertumbuhan teknologi. Website merupakan salah satu fasilitas komunikasi dan alat informasi yang telah begitu populer diberbagai kalangan di masyarakat, dibangun dengan berbagai fungsi dan berbagai kebutuhan sesuai dengan kepentingan atau keinginan yang membuatnya.
Hal ini lah yang membuat seluruh banyak instansi-intansi serta lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia memanfaatkan website karena website memiliki peranan yang sangat penting, yaitu tujuan utama dalam pembuatan website adalah menyebarkan informasi, oleh karena itu sebuah website harus dapat diakses oleh pengguna.
Suatu perusahaan juga membutuhkan suatu sistem yang digunakan untuk mengendalikan mutu pada permasalahan yang sesuai dengan perusahaan yaitu dengan Total Quality Management. Lalu, yang dimaksud dengan Total Quality Management(TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungan.
Total quality management juga dapat diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan.
Dengan menganalisis website dapat kita ketahui bahwa setiap website memiliki total pengunjung, rata-rata durasi kunjungan, rata-rata jumlah halaman yang dilihat serta prenstasi pengunjung yang mengakses website tersebut yang berbeda-beda setiap websitenya dan dengan TQM(Total Quality Management) dapat mengetahui bahwa dengan menerapkan TQM dapat meningkatkan kualitas dan memperbaiki mutu perusahaan tersebut menyesuaikan dengan indikator yang ada pada TQM.


METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam menganalisis 3 website pendidikan instantsi pemerintah serta penerapan model TQM yang tepat dalam ketiga website tersebut dapat menggunakan metode studi kasus, yaitu menganalisis website tersebut dengan mengumpulkan data yang dihasilkan yaitu berupa total banyaknya pengunjung yang masuk ke dalam website tersebut, rata-rata durasi kunjungan yang dilakukan ketika visit ke dalam website tersebut, rata-rata jumlah halaman yang dilihat oleh pengunjung untuk sekali visit serta presentasi pengunjung yang paling besar.
Untuk mengetahui hasil tersebut saya telah menganalisis data bersama kelompok saya menggunakan tool SimiliarWeb yang hasilnya disajikan dalam bentuk grafik mengenai total pengunjung yang visit ke dalam website tersebut serta ada hasil data yang berbentuk tabel dimana memuat total banyakya pengunjung, rata-rata durasi kunjungan, rata-rata halaman yang dilihat dan presentasi pengunjung yang paling besar. Jika ketiga website tersebut telah dianalisis dari hasilnya kita mendapatkan kesimpulan mana website yang populer dan yang sering dikunjungi oleh netizen dengan melihat hasil grafik yang telah dicoba ke dalam Similiar Web.
Sedangkan untuk melihat penerapan model TQM apa yang cocok pada ketiga website pendidikan instantsi pemerintahan tersebut dilakukan dengan melihat dari berbagai aspek seperti pengertian model-model TQM, tujuan dari model-model TQM tersebut serta melihat dari metode penerapan pada setiap model-model TQM yang ada.Lalu, melihat kesamaan aspek yang ada dari model-model TQM dengan website yang dianalisis jika sama dengan aspek yang ada maka model tersebut tepat diterapkan ke website yang dianalisis.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dengan menggunakan SimiliarWeb saya menganalisis ketiga website pendidikan instantsi pemerintah, yaitu website http://dikti.go.id/, http://disdik.jakarta.go.id, dan http://kemdikbud.go.id/ . Dengan menganalisis ketiga web tersebut kita dapat mengetahui berbagai informasi mengenai total pengunjung yang visit ke dalam setiap websitenya. Lalu menganalisis pengertian dan metode yang diterapkan untuk menentukan model TQM yang cocok pada website tersebut.


  1.    http://dikti.go.id/

Logodikti.jpg

Analisa pada website http://dikti.go.id/ menggunakan SimiliarWeb :
  • ·         Website Audience

Traffic and Engagement

Dari hasil Website Audience dapat dilihat visit over time atau kunjungan yang dilakukan dari waktu ke waktu. Dapat dilihat dari grafik yang ada diatas website dikti tergolong fluktuatif yaitu adanya penurunan dan kenaikan jumlah visitor pada website tersebut.Sumbu y menandakan banyaknya pengunjung sedangkan sumbu x menandakan tanggal. Dilihat dari grafik yang ada bahwa pada tanggal 26 April 2017 terjadi kenaikan yang signifikan sebesar 65,046 pengunjung setelah penurunan pengunjung pada tanggal 23 April 2017 sebanyak 20,127 pengunjung. Lalu, dapat kita lihat pada tanggal terakhir yaitu tanggal 4 Mei 2017 terjad penurunan pengunjung ke website tersebut sebesar 46,191 pengunjung setelah terjadi kenaikan pada tanggal 30 Mei 2017 sebanyak 60,145 pengunjung.


Pada salah satu hasil dari website audience yaitu total visit atau jumlah pengunjung sebanyak 1.115M pada website http://dikti.go.id/. Lalu, adahasil yang mendata jumlah orang yang membagikan informasi yang bersangkutandengan website dikti.go.id yaitu perbandingan pada komputer sebanyak 58.33% dan pada handphone sebanyak 41.67%. Dan, yang terakhir ada data yang menunjukanrata-rata durasi pengunjung yaitu selama 5-6 menit, halaman yang dikunjungi pada website sebanyak 6.39 serta presentasi pengunjung yang visit sebanyak 36.69%.

Geography

Dari hasil wilayah pengunjung yang mengakses website dikti.go.id dapat dilihat yaitu pengunjung terbanyak berasal dari Indonesia dengan presentasi 94.26% lalu diikuti oleh Afghanistan sebanyak 0.55%, Japan sebanyak 0.54%, Pakistan sebanyak 0.51% dan terakhir ditempati oleh Yemen sebanyak 0.41%.

Audience Interest


Pada hasil dari data diatas mengenai ketertarikan pengunjung pada webiste dikti.go.id ada dari berbagai macam aspek terbanyak hasilnya dari lain-lain yaitu 79.54% dan kedua dari news dan media yaitu sebanyak 6.78%.

  • ·        Traffic Sources

Marketing Mix

Dari saluran peninjauan yang terjadi pada website dikti.go.id sebanyak 650,652 dan dapat dilihat bahwa organic search memiliki prenstasi yang tinggi yaitu sebanyak 54.56%. Dari saluran peninjau ini kita dapat mengetahui bahwa website dikti.go.id lebih banyak dilihat lewat media apa agar terhubung ke website dikti.go.id.

Social dan Reffering Social Pages

Disini menunjukan bahwa pengunjung yang visit ke website dikti.go.id melalui referensi dari social sebanyak 15.000 pengunjung.


Pada hasil analisis ini yang paling banyak yang mereferensikan website dikti.go.id di social network berada pada facebook yaitu sebanyak 66.52% dan terkecil berada pada instagram yaitu 0.99% dan lain-lain yaitu 0.45%.



logo-disdikdki.jpg
Analisa pada website http://disdik.jakarta.go.id menggunakan similiarweb :

  • ·         Website Audience

Traffic and Engagement

Dari hasil grafik diatas bisa dilihat bahwa website disdik.jakarta.go.id memiliki hasil yang fluktuatif artinya grafik pengunjung yang visit ada kenaikan dan ada penurunan. Kenaikan pengunjung pada website ini yang paling tinggi terjadi pada tanggal 1 Mei 2017 yaitu sebanyak 5.882 pengunjung sedangkan penurunan terbanyak terjadi pada tanggal 15 April 2017 dan tanggal 30 April 2017 yaitu sebanyak kurang dari 5.000 pengunjung. Lalu, pada tanggal 4 May 2017 pengunjung ke website juga tercatat sebanyak dibawah 5.000 pengunjung.

Pada hasil data diatas dapat dilihat bahwa total pengunjung yang visit ke website disdik.jakarta.go.id sebanyak 65,557 pengunjung sedangkan jumlah informasi dari disdik.jakarta.go.id yang dishare netizen paling banyak dilakukan lewat handphone yaitu 51.89% sedangkan pada komputer sebanyak 48.11%. Lalu, pada hasil data diatas juga menyebutkan bahwa rata-rata waktu visit pengunjung selama 2.46 menit, halaman yang dikunjungi sebanyak 1.99 dan prensentasi pengunjung yang visit sebanyak 57.91%.

Geography
Dari hasil wilayah pengunjung yang banyak visit ke website disdik.jakarta.go.id paling banyak terjadi di Indonesia yaitu sebanyak 99.62% lalu diikuti oleh Singapore sebanyak 0.32% dan terakhir United Kingdom yaitu sebanyak 0.05%.

Audience Interest

Di audience interest ini berarti menandakan ketertarikan pengunjung pada website disdik.jakarta.go.id yaitu paling banyak untuk kepentingan lain-lain yaitu 87.63% lalu di presentasi kedua pengunjung tertarik pada karir dan edukasi yaitu sebanyak 4.61% dan terendah diduduki oleh news dan media yaitu sebanyak 0.02%.

  • ·         Traffic Sources

Marketing Mix
Pada hasil analisis diatas didapatkan bahwa saluran peninjau sebanyak 32,500 dan yang paling banyak terdapat pada organic research yaitu sebanyak 55.82% lalu terendah diduduki oleh social yaitu sebanyak 7.21%. Dari channel overview ini kita dapat mengetahui dari media apa pengunjung terhubung ke website  disdik.jakarta.go.id.

Social dan Reffering Social Pages

Pada hasil diatas menunjukan bahwa total pengunjung yang visit ke website disdik.jakarta.go.id lewat referensi social sebanyak kurang dari 5,000 pengunjung.

Dari hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa social network yang mereferensikan website disdik.jakarta.go.id terbanyak ada di Facebook yaitu 75.89% sedangkan yang paling kecil ada di youtube sebanyak 0.89% dan lain-lain yaitu sebanyak kurang dari 0.01%.

  



Analisa website http://kemdikbud.go.id/ menggunakan Similiar Web :

  • ·         Website Audience

Traffic and Engagement

Pada hasil dari analisa diatas dapat diketahui bahwa grafik pengunjung yang visit kedalam website kemdikbud.go.id terjadi fluktuasi dengan adanya penurunan dan kenaikan pengunjung secara berkala. Terakhir pada tanggal 4 Mei 2017 terjadi penurunan yaitu pengunjung sebanyak 254,304. Kenaikan tajam pengunjung terjadi pada 1 Mei 2017 yaitu sebanyak 428,371 pengunjung sedangkan penurunan pengunjung terjadi paling banyak pada tanggal 23 April 2017 yaitu sebanyak 154,883 pengunjung.

Dari hasil data diatas dapat dilihat bahwa pada website ini total pengunjungnya sebanyak 7.018M, lalu hasil untuk banyaknya netizen yang share informasi pada website kemdikbud.go.id banyak yang dilakukan lewat handphone dengan presentasi sebanyak 51.09% sedangkan pada komputer/pc sebanyak 48.91%. Dan rata-rata durasi pengunjung yang visit website kemdikbud.go.id sebanyak 5:38 menit, rata-rata halaman yang di visit oleh netizen pada website sebanyak 4.36 dan presentasi pengunjung pada website ini sebanyak 46.23%.

Geography

Pada tabel diatas menunjukkan wilayah pengunjung yang visit ke website kemdikbud.go.id yaitu terbanyak berada di Indonesia yaitu sebanyak 97.52% sedangkan posisi selanjutnya ditempati oleh United States 0.59%, Singapore 0.53%, United Kingdom 0.2% dan terakhir ditempati oleh Netherlands yaitu sebanyak 0.11%.

Audience Interest

Banyaknya pengunjung yang tertarik pada website kemdikbud dilapisi berbagai aspek yaitu yang tertinggi di tempati oleh untuk hal kepentingan lain-lain yaitu 84.7%, kedua lebih tertarik untuk kepentingan people and society yaitu sebanyak 7.00% dan terendah pada computer and electronics yaitu sebanyak 1.27%.

  • ·         Traffic Sources

Marketing Mix

Pada marketing mix disini menghitung jumlah situs yang meninjau website kemdikbud.go.id yaitu sebanyak 3.432M tinjauan. Tetapi tinjauan ini dilatar belakangi oleh berbagai macam aspek dan yang tertinggi itu adalah organic search sebesar 40.03% dan kedua oleh Direct sebesar 37.28% dan terendah ditepati oleh Display Ads yaitu 0.09% dan Paid Search yaitu 0%.

Social dan Reffering Social Pages

Hasil diatas menunjukan bahwa banyaknya pengunjung yang visit ke kemdikbud.go.id lewat referensi social sebanyak 130,000 pengunjung.

Pada hasil diatas menunjukkan bahwa banyak social network yang mereferensikan website kemdikud yang paling banyak ada di facebook yaitu 72.26% dan di posisi terendah dilakukan pada social network instagram yaitu sebanyak 0.37% dan lain-lain sebanyak 0.26%.


Jadi, hasil dari analisis ketiganya menunjukkan bahwa website yang paling populer dikunjungi oleh netizen adalah website kemdikbud.go.id sedangkan rata-rata waktu visit netizen, jumlah halaman yang dikunjungi netizen, presentasi pengunjung yang meninggalkan website terbanyak berada pada website dikti.go.id.

Untuk menentukan model TQM(Total Quality Management) mana yang cocok diimplementasikan di ketiga website pendidikan instantsi pemerintah tersebut kita harus mengetahui pengertian-pengertian dari setiap model yang ada pada TQM. Selain pengertian kita juga harus tahu bagaimana penerapan model tersebut apakah sesuai dengan website yang kita analisis jika sesuai pada salah satu model TQM baik pengertian maupun tujuan atau penerapannya maka ketiga website tersebut termasuk kedalamnya.

Pada analisis saya ketiga website tersebut termasuk ke dalam model TQM(Total Quality Management) ISO 9000. Karena, bersumber dari pengertian ISO itu sendiri yaitu badan standar dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang berkaitan dengan perubahan barang dan jasa. Dan ISO 9000 mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM). Dan menurut tujuan dari Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (2002) menyatakan bahwa tujuan utama dari ISO 9000 adalah:


1. Organisasi harus mencapai dan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pengguna (costumer).
2.  Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
3. Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak costumer bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dijual.

TQM dapat diterapkan dalam kegiatan akademik khususnya dalam rangka penerapan SPM internal. Dalam artikelnya,“The Quality Revolution in Education,” John Jay Bonsting memaparkan prinsip TQM melalui empat pilarnya.
Pertama  prinsip  hubungan sinergis, Kedua  pengembangan yang berkelanjutan dan evaluasi diri, Ketiga system  sebagai proses yang sedang berjalan, dan Keempat prinsip kepemimpinan Hubungan sinergitas. Berdasarkan prinsip ini  organisasi harus focus pada  supliernya dan  pelanggannya. 
Artinya semua elemen dalam kinerja terlibat kerja tim dan kolaborasi merupakan hal yang penting. Kita tidak lagi melihat pendidikan sebagai  entitas yang terpisah. Saat ini menurut Bonsting sudah bukan waktunya lagi  berbicara pendidikan hanya masalah guru dan murid tetapi harus dikaitkan dengan orang banyak oleh karenanya dalam konsep TQM pendidikan menekankan pada  hubungan yang sinergis antara  supplier dan customer.

Penerapan model TQM yang tepat untuk ke tiga webiste pendidikan yang dikelola oleh pemerintah yaitu :
Ketiga website termasuk ke dalam ISO 9000 karena menerapkan prinsip manajemen, yaitu :

1.      Customer Focus ( perhatian pada pelanggan )
2.      Leadership(kepemimpinan)
3.      Involvement of People(perlibatan banyak orang)
4.      Process approach to management(pendekatan manajemen proses)
5.      System approach to management (Pendekatan system ke manajemen)
6.      Continual Improvement (Perbaikan yang berkelanjutan)
7.      Factual approach to dicision making ( Pengambilan keputusan berdasarkan fakta)
8.      Mutually beneficial supplier relationship (Hubungan pemasok yang saling menguntungkan)

Ketiga website termasuk kedalam prinsip manajemen karena perhatian pada pelanggan salah satu dari prinsipnya. Website ini dibuat sebagai tempat penampung aspirasi masyrakat dan sebagai bantuan pendidikan kepada masyarakat. Selain itu, website ini juga melibatkan banyak orang karena dalam satu website pendidikan ini tidak hanya ada satu informasi yang dibahas melainkan banyak informasi mengenai pendidikan, mulai dari beasiswa, pengaduan bagi siswa, guru, orangtua dan masih banyak lagi.

Website ini juga termasuk kedalam perbaikan yang berkelanjutan artinya memperbaiki semua sistem pendidikan di Indonesia yang bermasalah karena tidak semua daerah dapat dijangkau oleh satu pemerintah pusatnya maka dibuatlah website untuk segala macam pengaduan setelah itu nantinya akan di proses oleh pemerintah. Pengaduan dalam segala macam bentuk yaitu pengaduan tentang pungli, bullying, kebanjiran dan lain sebagainya. Dan keputusan apa yang diambil itu berdasarkan fakta yang telah di dapat dari apa yang disampaikan masyarakat kedalam website tersebut.

Hal ini menciptakan adanya hubungan yang saling terkait antara pemerintah dengan masyarakat demi terciptaya pendidikan yang maju ke arah yang lebig baik di Indonesia.

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Berdasarkan data yang sudah dianalisis diatas dari ketiga website tersebut yaitu http://www.dikti.go.id, http://disdik.jakarta.go.id, http://www.kemdikbud.go.id  melalui SimiliarWeb maka kemdikbud.go.id merupakan website yang populer dari ketiganya karena pada kemdikbud.go.id total pengunjung yang visit ke website tersebut lebih banyak dari dikti.go.id dan disdik.jakarta.go.id sedangkan jika dilihat dari hasil analisis rata-rata waktu visit oleh pengunjung, jumlah halaman yang dikunjungi dan presntasi pengunjung yang meninggalkan website yang paling besar ada pada dikti.go.id dapat diketahui semakin banyak pengunjung yang meninggalkan website dalam waktu singkat maka semakin tinggi pula persentase bounce rate-nya. Jika semakin kecil persentase bounce rate-nya maka semakin bagus website-nya. Dan jika semakin besar nilai pages/visit-nya maka informasi yang dimuat oleh website tersebut sangat menarik untuk dibaca oleh pengunjung.

Maka dapat kita ketahui bahwa dikti.go.id walaupun total pengunjungnya sedikiti tetapi website tersebut juga menang 3 point lebih banyak dari kemdikbud.go.id yang berada pada posisi kedua pada hasil analisis rata-rata waktu visit oleh pengunjung, jumlah halaman yang dikunjungi dan presntasi pengunjung yang meninggalkan website yang paling besar. Lalu, selanjutnya diikuti oleh website disdik.jakarta.go.id yang berada pada urutan ketiga.

Dengan adanya diurutan ketiga mungkin disdik hanya mencakup suatu wilayah tertentu yaitu jakarta berbeda dengan kemdikbud.go.id dan dikti.go.id yang bersifat global. Dan penerapan model TQM pada ketiga website pendidikan instantsi pemerintah tersebut berlandaskan pada pengertian,tujuan dan metode dari setiap model TQM tersebut.

Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus-menerus, sehingga harus dilaksanakan secara terus-menerus. Dasar pemikiran perlunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Selain syarat-syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah:
1.  Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan, dan para pemegang saham, memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.
2. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.
3.     Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan.
4.  Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.
5.     Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
6.     Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.
7.     Setiap keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.
8.     Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu.
9.    Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah.

2.      Saran

Diperlukannya kelengkapan perbandingan antara website yang satu dengan lainnya seperti harus banyaknya referensi lain yang membandingkan ketiga website tersebut mungkin bisa lebih dari 3 aspek. Selain itu juga perlu banyak tambahan penjelasan yang lebih rinci terhadap analisis website ini dan penjabaran alasan tentang model TQM yang dipakai ketiga website ini harus lebih kritis dan rinci untuk menentukannya.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/9065176/TOTAL_QUALITY_MANAGEMENT_DALAM_PENDIDIKAN_IMPLEMENTASI_TOTAL_QUALITY_MANAGEMENT_TQM_DI_SEKOLAH
https://docs.google.com/document/d/1WV2hGrCsx-xlm_z5CbGutpCZE-acuX1bl7QMHPb3wdM/edit?usp=sharing

https://docs.google.com/document/d/1j1WHcttZ4lopLgrpv7xiWEE9X_RGoVzZ3nn8JrkgHGI/edit