Kamis, 06 Oktober 2016

APA ITU SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI?



DEA GUSTRIARIN MARYADI
11115621
2KA01

Hello Everyone, so welcome back to my blog. Berikut ini saya menulis artikel tentang tugas kuliah saya. Topik pembahasan kali ini tentang Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jadi, sejauh apa kalian mengetahui hal  itu? Mari semua merapat karena post saya kali ini mungkin akan membantu sahabat readers menemukan jawabannya. Check this out!

Apa itu SISTEM INFORMASI?
Terdiri dari kata “SISTEM”. Lalu, apa yang dimaksud dengan “SISTEM”?
Dengan demikian sistem adalah suatu ruang lingkup kerja yang saling berhubungan satu sama lainnya, untuk berkumpul ataupun melakukan kegiatan dengan maksud dan tujuan tertentu.

     Karakteristik dari suatu sistem

Dan apa itu Informasi?
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.Data menggambarkan suatu kejadian yang nyata yang terjadi pada saat tertentu. 
Menurut Gordon B. Davis : ”  Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang”.
 
Siklus dari Informasi


Setelah kita mengetahui kedua definisi tersebut. Jadi, apa itu sistem informasi?
            Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

Sejarah Sistem Informasi
  Manusia mulai mempertukarkan informasi sejak dahulu kala, sekitar 3000 tahun sebelum masehi atau jik dihitung sudah lebih dari 5000 tahun yang lalu. Cara mempertukarkan informasi itu adalah dengan menuliskannya pada batu, kayu, papirus atau tanah liat.
Pada tahun 1940 saat perang dunia ke 2 sistem informasi digunakan oleh militer untuk  pengiriman dan penerimaan dokumen dokumen. Pengiriman dan penerimaan dokumen dokumen ini disimpan dalam bentuk magnetic tape.
1)      Generasi Pertama (1945-1955).
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

2)      Generasi Kedua (1955-1965).
Batch processing system Job dikumpulkan dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara  berurutan.Sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada, misalnya FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS,keduanya merupakan  bagian yang fungsinya merupakan komponen sistem operasi.

3)      Generasi Ketiga (1965-1980).
Dikembangkan untuk melayani banyak pemakai secara online, sehingga menuntut sistem komputer dapat digunakan secara :
·         Multiuser Berarti komputer yang memiliki resource yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus.
·         Multiprogramming Berarti komputer melayani banyak proses/job sekaligus pada waktubersamaan, yaitu dengan membagi (mempartisi) memori menjadi beberapa bagian dengan satu bagian memori adalah satu job berbeda.
·         Time sharing Varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satuterminal online dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yangaktif secara bergantian secara cepat.
·         Spooling Membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus,dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapapartisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsungditerima dan data disimpan lebih dulu di memori yang disediakan (berupaantrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.

4)      Generasi Keempat (1980-199x).
Sistem operasi yang dapat melayani banyak mode, yaitu mendukung batch processing, timesharing dan (soft) real time applications. Perkembangan denganmeningkatnya kemampuan komputer dekstop (PC) dan teknologi jaringan(TCP/IP). Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan sistem pengelolaan informasi  berbasis komputer yang mendunia ini. Pada tahun 2000-an, kurang lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaiki aplikasi sistem informasi dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang mulanya dirancang untuk mendukung operasi yang tersentralisasi ataupun tidak tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan perusahaan induk dan cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang terintegrasi. Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System/ CBIS). 

Contoh dari Sistem Informasi :
Sistem Informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan.

1.      Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems).
2.      Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems).
3.      Sistem Informasi Manajemen (Management Infromation System)
Contoh :
·         Enterprise Resource Planning (ERP)
·         Supply Chain Management (SCM)
·         Transaction Processing System (TPS)
·         Office Automation System (OAS)
·         Knowledge Work System (KWS)
·         Information Management System (IMS)
·         Decision Support System (DSS)
·         Executive Support System (ESS)
4.      Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
5.      dll
 




 Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?
Teknologi adalah hasil pengembangan rekayasa yang dibuat untuk membantu manusai dalam memecahkan masalah. Sedangkan Informasi adalah hasil pemrosesan dari sekelompok data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.Data menggambarkan suatu kejadian yang nyata yang terjadi pada saat tertentu. 

Jadi, Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data dalam berbagai  cara agar menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.


Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang Pengertian Teknologi Informasi :
1.            Teknologi Informasi menyangkut perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data (Alter, 1992).
2.        Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995).
3.         Teknologi Informasi merupakan sebuah bentuk umum  yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, meyimpan, mengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi (Williams, Sawyer, 2005).
 Sejarah Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Setidaknya ada empat era penting sejak diketemukannya computer sebagai alat pengolah data sampai dengan era internet. Saat komputer menjadi senjata utama dalam berkompetisi dan masing-masing era mempunyai karakteristik. Munculnya komputer sangat mendukung terhadap dunia pendidikan dan usaha.

1.      Era Komputerisasi
·         Cirinya:
a)      Dimulai sejak tahun 1960.
b)      Minicomputer dan Mainframe sudah diperkenalkan di perusahaan, Seperti IBM.
c)       Banyak Perusahaan yang memanfaatkan komputer untuk keperluan  pengolahan data.
d)      Kebanyakan perusahaan-perusahaan besar secara tidak langsung memonopoli pasar-pasa tertentu, karena belum ada pesaing.
e)      Hampir semua perusahaan besar yang begerak dibidang infrastruktur (listrik, komunikasi dan pertambangan pada saat itu membeli komputer untuk untuk membantu kegiatan administrasinya.

·         Tiga Generasi Komputer
a)      Era pertama komputasi yang dikenal sebagai era Mainframe
Banyak orang untuk satu komputer. Komputer ini adalah sistem sentral yang digunakan di seluruh kantor, dan perusahaan infrastruktur komputasi mereka. Namun, mahal dan sangat sulit untuk digunakan untuk karyawan rata-rata.  
b)      Era kedua komputasi yang dikenal sebagai era PC Satu komputer untuk satu orang. Ini era dimana terjadi sebuah ledakan di bidang teknologi. Ini adalah masa dimana komputer menjadi perangkat wajib untuk digunakan dalam aplikasi bisnis, dan hampir sama halnya sebagai televisi atau telepon rumah.
c)      Era ketiga dikenal dengan ubiquitous computing. Di era modernisasi ini, hampir seluruh aspek kehidupan kita  berhubungan dengan teknologi. Teknologi selalu mengalami  perkembangan pesat dan terus-menerus, khususnya perkembangan komputer dan sistem-sistemnya. Generasi saat ini dapat diistilahkan dengan generasi komputer. Generasi berikutnya akan  berupa ubiquitous computing, yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan dibandingkan personal.

2.       Era Teknologi Informasi
·         Cirinya:
a)      Dimulai sejak tahun 1970.  
b)      PC mulai diperkenalkan untuk menggantikan Minicomputer ataupun mainframe.
c)      Tidak sepeti halnya pada era komputerisasi ketika komputer hanya menjadi “ milik pribadi “ Divisi EDP perusahaan, diera kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan computer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing.
d)     Kegunaan computer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi tetapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif.
e)      Pada era ini computer memasuki babak baru yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi  perusahaan, terutama yang bergerak dibidang pelayanan dan jasa.


3.      Era Sistem Informasi
·         Cirinya:
a)      Diperkenalkan diawal tahun 1980-an  
b)      Teori manajemen organisasi modern mulai diperkenalkan terutama teori manajemen perubahan.
c)      Dalam pemilihan produk atau jasa yang dibutuhkan seorang pelanggan akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut:
o   cheaper(lebih murah)
o   better  (lebih baik)
o    faster ( lebih cepat)
d)     Peranan komputer dan teknologi informasi yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM,  budaya perusahaan, manajemen dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk system informasi yang baik , merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis. 

4.      Era Globalisasi Informasi
·         Cirinya:
a)      Diawali sejak tahun 1990
b)      Tidak ada yang dapat menekan laju perkembangan teknologi informasi.
c)      Penerapan teknologi LAN, MAN, WAN dan globalnet.
d)     Diperkenalkan Payment Electronic (pembayaran secara elektronik).
e)      Faktor Ekonomi (krisis), Sosial budaya (reformasi), dan politik (demokrasi) akan mempengaruhi pada era ini yaitu dalam hal menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati oleh perusahaan. 
·         Internet
Berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dengan berbagai tipe yang membentuk system jaringan yang mencakup seluruh dunia dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon. Yang mengatur integrasi dan komunikasi  jaringan komputer ini adalah protocol – protocol yang umum disebut TCP/IP. Transmission Control Protocol) yang memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar. Sedangkan IP address (Internet Protokol) yang mentransmisikan data dari datu komputer ke komputer ini.
o   Fasilitas Internet:
a)      Web : Fasilitas Hipertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain.  
b)      E-Mail (Electronic Mail) : dengan fasilitas ini anda dapat mengirim dan menerima surat elektronik pada/dari pemakai komputer lain yang terhubung di Internet dan bila perlu anda dapat menyertakan file sebagai lampiran.
c)       Newsgroup : Fasilitas ini digunakan untuk mendistribusikan artikel,  berita, tanggapan, surat, penawaran ataupun file ke pemakai internet lain yang tergabung dalam kelompok diskusi untuk topik tertentu.
d)     FTP (File Tranfer Protocol), fasilitas ini digunakan menghubungkan ke server komputer tertentu dan bila perlu menyalin (download) file yang anda butuhkan dari server tersebut dan menyimpannya di komputer anda.


Contoh Teknologi Informasi:
·         Mikro komputer
·         komputer main frame
·         barcode reader
·         perangkat lunak pemroses transaksi
·         perangkat lunak lembar kerja
·         CD
·         ROM
·         laptop, dan
·         peralatan komunikasi.

Summary :
Jadi yang dapat saya simpulkan, Sistem Informasi terdiri dari kata Sistem yaitu suatu susunan yang teratur dari beberapa kegiatan yang saling ketergantungan dengan tujuan mempermudah kegiatan-kegiatan utama dalam organisasi, sedangkan informasi adalah data yang sudah diolah menjadi bermakna. Lalu, apa yang dimaksud Sistem Informasi? Menurut saya, Sistem Informasi adalah suatu susunan yang saling berhubungan dan datanya sudah diolah menjadi bermanfaat agar mempermudah kegiatan-kegiatan di dalam lingkup organisasi.
Sedangkan Teknologi Informasi terdiri dari kata Teknologi yaitu rekayasa barang yang dibuat untuk mempermudah penyelesaian masalah pada manusai. Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi bermakna. Jadi, yang dimaksud dengan Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk menyampaikan data atau informasi yang sudah diolah menjadi bermakna sehingga informasi yang di hasilkan menjadi berkualitas, terjamin dan relevan.

Apa perbedaan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi?
Sistem Informasi lebih mencakup kepada informasi dan cara pengolahan informasi tersebut sehingga mendapatkan informasi yang valid dan bermakna. Sistem Informasi  itu juga mencakup seluruh sistem dalam perusahaan termasuk teknologi informasi, akuntansi, manajemen dan lain-lainnya. Dan Sistem Informasi lebih cenderung ke dalam pengembangan software.

Sedangkan Teknologi Informasi itu lebih kepada infrastukturnya dan TI sebagai penunjang atau pembantu dalam kegiatan sistem informasi. Dan Teknologi Informasi ini lebih kepada pengembangan bagian hardwarenya.


Daftar Pustaka :
  • Hutahaean, Jeperson. Konsep Sistem Informasi. Ed-1, Cet-1. Yogyakarta:Deepublish.
  • Muhammad,Suyanto. Pengantar Teknologi Informasi dan Bisnis; ed-1. Yogyakarta:Andi.





Senin, 06 Juni 2016

M-COMMERCE MENGUASAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL (TUGAS IBD)



DEA GUSTRIARIN MARYADI
11115621
1KA18

 


 
M-COMMERCE MENGUASAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Iptek telah menjadi seperti pohon berakar,berbatang,bercabang, dan beranting setiap cabang bertambah dengan cabang-cabang baru tentang gejala tertentu di jagad raya, sementara cabang yang sudah ada semakin lengkap. Hal yang tadinya hanya merupakan misteri ternyata sudah dikuasai dan dikendalikan serta dapat diambil manfaatnya. Hampir tidak ada bidang kehidupan yang belum dipengaruhi oleh pengembangan maupun pemanfaatan di dalam iptek. Dalam pengembangannya yang sedemikian pesat, iptek bagaikan pisau bermata dua. Iptek dapat di manfaatkan sebagai alat untuk menyejahterakan manusia dan pada saat yang sama dapat juga dimanfaatkan sebagai penghancur manusia. Dapat kita ambil contoh misalkan dalam belanja sebelumnya kita diharuskan tawar menawar antara pedagang dan pembeli dengan cara mendatangi tokonya langsung hal tersebut merupakan suatu budaya di masyarakat dimana adanya interaksi antara penjual dan pembeli. Berkembangnya Internet sebagaimana yang telah di ketahui akan membuka peluang baru bagi dunia bisnis dan perdagangan. Perusahaan-perusahaan memahami internet beserta berbagai teknologi dan aplikasinya sebagai sebuah “jendela” untuk mendapatkan peluang-peluang baru. Sekalipun cara pandang yang digunakan untuk melihat internet berbeda-beda namun tidak dapat diingkari bahwa dewasa ini internet telah menjadi tulang punggung bagi cara baru menjalankan bisnis yaitu e-commerce dan bahwa potensi yang ditawarkan internet dan e-commerce sangat besar. Disamping itu pula, perkembangan internet yang terjadi selama beberapa dekade terakhir juga telah mengubah dunia perdagangan internasional, aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat dengan sangat cepat.Kehadiran internet juga telah berpengaruh sangat besar terhadap pandangan tradisional tentang konsep kewilayahan atau yurisdiksi, dan sekaligus telah membuat konsep kewilayahan tradisional tersebut seolah tidak lagi relevan di era digital saat ini.

Teknologi Informasi saat ini telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang perdagangan dan penjualan. Salah satu contoh yang menjadi trend masyarakat saat ini adalah penggunaan mobile internet. Mobile internet merupakan penggunaan layanan atau fasilitas internet via mobile. Mobile internet saat ini sudah banyak mempengaruhi segala aspek kehidupan masyakarat. Menurut Simarmata (2006 : iii) “Mobile internet akan membawa revolusi terhadap cara bergaul dengan keluarga, dan tetangga, cara berbisnis, cara memperoleh hiburan, cara mengelola keuangan dan lainlain”. Kebutuhan akan komunikasi menggunakan telepon seluler menyebabkan semakin banyaknya masyarakat dari semua kalangan yang telah memiliki telepon seluler, bukan tidak mungkin semua informasi yang ada di internet nantinya dapat dilihat melalui telepon seluler mereka masing-masing. Dengan adanya media wireless internet, telepon seluler dapat juga digunakan sebagai media akses terhadap informasi yang ada di internet dalam bentuk Wireless Aplication Protocol (WAP)” (Suchaini, 2007:1). Banyak keuntungan yang bisa didapat dengan penggunaan WAP, seperti teknologi WAP memudahkan kita untuk mengakses data. Terlebih saat ini dimana perkembangan dunia informatika sangat pesat. Teknologi WAP menjadi pilihan pertama di dalam menyebarkan informasi, komunikasi, berita aktual, harga saham dan masih banyak lagi (Willmen, 2007).

Saat ini dunia bisnis global sedang merasakan dampak dari perkembangan electronic commerce (e-commerce) yang dianggap telah membentuk suatu dimensi perekonomian baru. Akan tetapi, seiring berjalannya hal tersebut, teknologi terus berevolusi dan berfokus pada penemuan ide dan konsep baru, termasuk di dalamnya mengenai mobile computing dan jaringan nirkabel (wireless network) (M. Said,2005). Berawal dari hal ini, terbentuklah suatu tren teknologi yang mencoba memberikan sebuah bentuk diversifikasi pelayanan e-Commerce dalam jaringan nirkabel yang populer disebut mobile commerce (m-commerce)(Rajnish,dkk. 2006). Teknologi yang satu ini membantu manusia dalam melakukan segala hal seperti berbelanja dsb. Sekarang jika kita ingin berbelanja semuanya dapat termudahkan karena adanya M-Commerce. Manusia di mudahkan untuk tidak keluar rumah dalam hal pembayaran semuanya dipermudah karena majunya teknologi banyak bank yang bergabung dalam bidang ini sehingga memudahkan manusia dalam berbelanja dan membayarnya. Semua bisa dilakukan secara online baik dalam hal belanja maupun dalam pembayaran. Manusia masa kini mudah dan praktis dalam melakukan berbagai hal semuanya dipermudah dan dibuat se-simple mungkin dengan hanya ada di genggaman tangan.

Internet pada dewasa ini muncul sebagai media yang dipergunakan untuk melaksanakan aktifitas-aktifitas e-commerce.Sementara, ketika e-commerce sedang bertumbuh ke tahapan yang semakin matang dan satabil, perhatian masyarakat teknologi dan para investor dunia mulai tertuju pada satu perkembangan lain yang masih berkaitan dengan e-commerce dan tampil dengan begitu cepat menjadi sebuah industri baru dengan segala ciri khasnya. Perkembangan tersebut adalah Mobile Commerce atau disingkat m-commerce. Pada intinya, m-commerce ini berkaitan dengan proses menghubungkan manusia dengan web tanpa menggunakan komputer sebagai media, melainkan dengan menggunakan teknologi yang kini telah semakin populer, yaitu telpon seluler. Perkembangan teknologi semakin berkembang pesat bahkan dapat dikatakan teknologi adalah sahabat manusia.Dengan semakin umum dan populernya teknologi telepon seluler di kalangan masyarakat luas, perusahaan-perusahaan produsen telepon seluler dan para investor mulai berlomba-lomba untuk mengkonversikan alat kecil yang canggih tersebut dari sekedar sebagai alat komunikasi suara bergerak yang menghubungkan antara orang per orang menjadi sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Tujuan pengembangan teknologi m-commerce ini pada dasarnya adalah untuk memungkinkan manusia melakukan koneksi internet setiap saat sekalipun ketika mereka sedang berada jauh dari rumah atau kantor mereka, sekaligus untuk memungkinkan mereka melakukan transaksi-transaksi secara online serta memperoleh manfaat dari informasi-informasi online. Perkembangan yang pesat terjadi pada bidang M-Commerce. Sebelum kita mengetahui lebih jauh tentang M-Commerce ini kita harus tau terlebih dahulu dasarnya yaitu E-commerce sebagai pondasi berdirinya M-Commerce. E-Commerce semakin maju dan mulai menguasai perekonomian dunia. Lalu apa itu E-commerce? Jadi E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan,konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang,pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Pada umumnya kita akan memahaminya adalah sebuah aplikasi dan layanan untuk proses jual beli dan transaksi secara online, dengan berbasiskan web browser, jaringan komputer (internet), serta ketersediaan komputer (baik komputer desktop, notebook, maupun netbook).Kegiatan yang bisa dilakukan di dalam e-Commerce seperti perdagangan online, transaksi online bisnis antarperusahaan, internet banking, tv interafktif dimana melalui televisi kita bisa melihat daftar acara secara interaktif, selain itu WAP (Wireless Application Protocol) juga menjadi tren yang tak kalah menarik dikalangan sistem berbelanja. Namun seiring dengan makin berkembangnya teknologi, maka E-Commerce pun akan mengikuti trend teknologi, aplikasi, dan layanan lainnya, yang mulai merambah dunia mobile. Lalu apakah yang dimaksud dengan M-Commerce? Apa yang melatar belakanginya? Mobile Commerce Lab, sebuah lab riset yang mengkhususkan pengkajiannya tentang Mobile Commerce (M-Commerce),memberikan definisi mengenai M-Commerce sebagai sebuah bentuk ekspansi dan pengembangan dari E-Commerce ke ranah mobile, yang mana memiliki proses bisnis, teknologi-teknologi terbaru, dan layanan (service) di dalamnya. Proses penjualan dan penawaran barang dan jasa dapat dilakukan secara mobile. Proses pembayaran transaksi online pun juga dapat dilakukan secara online melalui internet dan layanan bank, sehingga meminimalkan penggunaan uang secara tunai. Bahkan proses pemesanan, penentuan lokasi, dan sebaginya juga dapat dilakukan di dalamnya.

M-Commerce telah hadir sebagai sebuah teknologi, produk, dan layanan untuk E-Commerce berbasis perangkat mobile dan koneksi internet wireless. Tentu saja, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan mengapa M-Commerce atau Mobile Commerce ini tercipta dan memperoleh sambutan luar biasa dari para pengguna internet di seluruh dunia. Dukungan berbagai vendor yang menyediakan beragam produk dan layanan. Mulai dari perangkat keras komputer (Hardware), perangkat lunak komputer (Software), produk pendukung lainnya (kartu kredit, Smart Card, RFID Reader), hingga layanan jasa (keamanan,konsultasi, Support System). Kemudahan yang diberikan oleh teknologi Mobile Commerce (M-Commerce) kepada para konsumen dan penjual, jika dibandingkan dengan E-Commerce umumnya (berbasis web pada komputer). Cukup dengan menggunakan perangkat mobile dan koneksi internet, maka transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Penjual dapat langsung menawarkan produk barang dan jasa, pembeli dapat memilih sekaligus membeli dan membayar secara online, hingga saling berkomunikasi antara pembeli dan penjual secara langsung melalui perangkat mobile. Dukungan dari pihak bank, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, beserta dengan para penyedia layanan transaksi online (misalkan PayPal), sehingga makin menambah jumlah pilihan layanan M-Commerce yang tersedia saat ini di seluruh dunia secara online. Kesamaan-kesamaan antara mobile commerce yang berkembang pada dewasa ini dengan e-commerce yang berkembang pada tahun 1990 an, sebagaimana yang telah dijabarkan, tidak berarti bahwa masa depan dan perkembangan keduanya adalah sama. Sebagaimana yang telah diketahui, revolusi e-commerce terjadi karena dipicu oleh adanya konvergensi antara berbagai teknologi dan faktor penyebab lainnya.

Seperti apa alur dari sebuah Mobile Commerce (M-Commerce)? Mungkin seperti itu pertanyaan di benak kita setelah menyimak pembahasan awal mengenai M-Commerce. Sebuah M-Commerce memiliki alur yang melibatkan pengguna M-Commerce, vendor telekomunikasi, vendor layanan M-Commerce, pihak bank dan vendor transaksi online, hingga pihak-pihak lainnya yang dalam beberapa hal juga turut terlibat (misalkan pemerintah, pengembang aplikasi, pihak ketiga, pihak vendor perangkat mobile, dan sebaginya). Alur dimulai dari bagaimana sebuah perangkat mobile sudah tersedia layanan untuk koneksi ke internet (baik melalui WiFi maupun vendor telekomunikasi), beserta dengan aplikasi client yang diperlukan atau pun aplikasi web browser. Kemudian pengguna melalui perangkat mobilenya tersebut dapat segera mengakses layanan M-Commerce untuk memperoleh informasi produk yang diinginkannya. Info ini tentu saja disediakan oleh pelaku E-Commerce di sisi penjual (yang juga dapat melakukannya melalui M-Commerce). Di dalam M-Commerce akan terjadi pertukaran data (data Exchange), pertukaran informasi (Information Exchange), penyajian informasi, transaksi online, verifikasi transaksi dan verifikasi pembayaran, sehingga menjadikan proses transaksi lebih cepat, lebih mudah, lebih efektif, dan memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengan transaksi E-Commerce dan transaksi konvensional. Jalur komunikasi dan pertukaran data serta informasi, disajikan melalui jaringan internet yang disediakan oleh vendor telekomunikasi maupun Internet Service Provider (ISP). Beberapa buah penyedia layanan M-Commerce mulai menyediakan aplikasi terintegrasi untuk hal ini.

Setelah mengetahui bagaimana alur transaksi pada Mobile Commerce (M-Commerce), maka kini perlu diketahui, seperti apakah sistem kerja dari sebuah M-Commerce (Mobile Commerce)? Sebuah aplikasi dan layanan M-Commerce memiliki sistem kerja yaitu pengguna mengakses aplikasi dan layanan M-Commerce dari perangkat mobile mereka dengan koneksi internet. Misalkan menggunakan Smartphone, Handphone, Tablet, yang terhubung ke jaringan internet.Atau bisa juga dengan pengguna mengakses toko online yang diinginkan dan mencari produk yang diinginkannya, memasukkan ke keranjang belanja virtual, sebagaimana halnya E-Commerce pada umumnya, kemudian melanjutkan ke proses pembayaran secara online. Pembayaran ini melibatkan sistem manajemen untuk transaksi retail (Retail Transaction Managemen System) yang melibatkan pihak bank tempat konsumen menjadi nasabah. Terdapat PIN, SSL, dan login pengguna, untuk otentifikasi dan peningkatan keamanan transaksi elektronik yang terjadi. Semua proses berbasiskan koneksi internet secara online dan mobile.Informasi lebih singkat, simpel, dan To The Point. Mengingat bahwa tampilan mobile umumnya lebih singkat dan terbatas dibandingkan desktop. Vendor-Vendor Dunia Penyedia Layanan M-Commerce memperoleh sambutan yang luar biasa dari masyarakat dunia, berkat beberapa kemudahan yang diberikannya. Sejumlah pihak penyedia layanan (Vendor) pun mulai bermunculan memberikan layanan M-Commerce, untuk mendukung kemudahan proses transaksi jual beli secara online dan mobile. Vendor itu sendiri misalnya : google wallet(Gpay) , amazon, zalora, olx dan lain sebagainya.

Sesuai dengan perkembangannya jadi, manusia sekarang dapat dengan mudah berbelanja atau bertransaksi secara online dengan adanya M-Commerce yang dapat diakses langsung di telfon seluler masing-masing sehingga memudahkan manusia dalam bekerja, karena sekarang semua dapat dicari atau dibeli hanya dengan hitungan menit tanpa harus pergi ke toko ataupun tidak perlu harus mengunjungi ATM untuk mentransfer uang karena sudag di permudah dengan adanya M-Commerce. Contohnya aktifitas vendor-vendor yang tumbuh di Indonesia mulai berlomba-lomba melebarkan sayapnya di dalam M-Commerce seperti MatahariMall.com menjual barang yang ada juga di dalam Lazada kedua vendor tersebut saling berlomba-lomba dalam menjualkan produknya ke masyarakat luas dengan berbagai macam diskon atau event yang menarik minat pembeli.



Daftar Pustaka


  • ·       Pratama, I Putu Agus Eka. 2015. E-Commerce, E-Business, dan Mobile Commerce. Bandung: Informatika Bandung

  • ·         Onno Purbo, Aang A Wahyudi. 2001. Mengenal E-Commerce. Jakarta : Gramedia

  • ·         M. Arsyad Sanusi. 2004. Teknologi Informasi dan Hukum E-Commerce. Jakarta

  • ·         Supriyanto, Aji. .2005. Pengantar Teknologi Informasi. Salemba