Jumat, 16 Oktober 2015

Ilmu Sosial Dasar



DEA GUSTRIARIN M
11115621

A.   ISD sebagai salah satu MKDU

Menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, demikian pula untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan Negara, maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. Tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi adalah :
1.     Sebagai usaha membatu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama
2.     Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah masalah dan     kenyataan social yang ada di dalam masyarakat Indonesia
3.     Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiwa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner, dan mampu memahami pikiran para ahli dalam berbagai ilmu pengetahun sehingga memudahkan mereka dalam berkomunikasi.
Jadi, pendidikan umum yang mengembangkan kepribadian mahasiswa pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah bantu yang lain. Demikian juga berbeda dengan pendidikan keahlian yang dapat mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.
Ilmu sosial dasar adalah salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan mata kuliah wajib yang diberikan di perguruaan tinggi negeri maupun swasta. Bertujuan semata-mata sebagai salah satu usaha yang diharapkan dapet memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat peduli terhadap masalah-masalah social dilingkungan dan dapat memecahkan permasalahan tersebut menggunakan pendekatan ilmu social dasar.
Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang :
1.     Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya  mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki nilai intergritas  kepribadian yang tinggi
2.     Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bertindak sesuai ajaran agama dan memiliki rasa toleransi
3.     Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi      permasalahan kehidupan baik social, politik maupun pertahanan Negara
4.     Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat

Þ     Latar Belakang, Pengertian dan Tujuan ISD

Latar belakang diberikannya ISD adlah banyaknya kritik yang ditujukan pada system pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, social dan kebudayaan. System pendidikan yang diraskan masih berbau colonial dan masih merupakan warisan system pendidikan pemerintahan belanda. Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit.
Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.
1.     Kemampuan Akademis, adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara            ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir  logis,kritis,sistematis, dan analiti serta mampu menawarkan alternative  pemecahannya
2.     Kemampuan Professional, adalah kemampuan dalam bidang  profesi tenaga ahli yang bersangkutan
3.     Kemampuan Personal, adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan dari berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia
Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang cakap, ahli dalam bidang yang di tekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indoneisa dan umat manusia pada umumnya.
Sebagai salah satu mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas. Tegasnya Ilmu social dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social agar penalaran mahasiswa terhadap lingkungannya dapat ditingkatkan.
Ilmu pengetahuan dikelompokan dalam 3 kelompok besar yaitu :
1.     Ilmu-Ilmu Alamiah
2.     Ilmu-Ilmu Social
3.     Pengetahuan Budaya
Kehidupan manusia sebagai makhluk social selalu dihadapkan kepada berbagai masalah social yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Yang membedakan masalah social dengan masalah lainnyaadalh bahwa masalah social selalu ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud. Masalah social menurut masyarakat adalah segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum sedangkan menurut para ahli adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupam warga masyarakat secara keseluruhan.
Contoh pedagang kaki lima. Menurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah social karena merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu. Sebaliknya para ahli perencenaan kota menyatakan pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan. Lesile (1974) bahwa masalah social adalah suatu kondisi yang mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai,oleh karena itu dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.

B.   Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk, Masyarkat dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan.Penduduk adalah pengertian luas diartikan sebagai sekelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tertentu. Masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan social manusia yang menempati wilayah tertentu,yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata social yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarkat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Þ     Penduduk dan Permasalahannya
Malthus(1978) mengemukakan adanya dua persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan. Berlipat gandanya penduduk itu dari deret ukur, sedangkan berlipat gandanya bahan makanan menurut deret hitung, sehingga pada suatu saat akan timbul persoalan-persoalan yang berhubungan dengan penduduk. Oleh karena itu,penduduk di dunia itu bertambah karena kelahiran lebih besar dari kematian, sehingga tingkat kelahiran lebih besar dari tingkat kematian. Ini disebabkan karena manusia sebagai mahkluk hidup akan selalu berusaha agar mempunyai keturunan dan memperjuangkan hidupnya untuk dapat hidup panjang dan ini sering dikenal dengan teori alam tentang pertumbuhan penduduk.

Þ     Dinamika Penduduk
Dinamika penduduk menunjukkan adanya factor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang di sebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah tidak lain karena adanya unsure lahir, mati, datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Unsur penentu dalam pertambahan penduduk adalah tingkat fertilitas dan tingkat mortalitas. Apa itu fertilitas dan mortalitas?
ü  Fertilitas adalah tingkst pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu penduduk dalam satu tahun.
ü  Mortalitas adalah jumlah kematian pertahun perseribu penduduk

Þ     Komposisi Penduduk
Sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali oleh pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga mendata tentang umur penduduk,jenis kelamin penduduk, tongkat pendidikan penduduk, jenis mata pencaharian dan sebagainya. Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dibuat suatu piramida penduduk.Golongan laki laki ada disebelah kiri dan golongan perempuan ada di sebelah kanan. Bilamana berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :
Ø  Penduduk Muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian
Ø  Piramida Penduduk Tua yaitu piramida penduduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, ini menunjukan bahwa penduduk usia muda jumlahnya lebih kecil dobandingkan dengan penduduk dewasa. Disini angka kelahiran lebih kecil dari kematian hal ini menjadi masalah, sebab memungkinkan penduduk akan musnah.


Þ     Persebaran Penduduk
Kecenderungan manusia untuk memilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak pola hidup masih sangat sederhana. Daerah semacam inilah yang kemudian berkembang menjadi daerah perkotaan, daerah tempat pemerintahan, daerah perdagangan dan sebagainnya. Prinsip tempat tinggal mendekati tempat bekerja yang secara langsung atau tidak, menimbulkan ketidakseimbangan penduduk ditiap-tiap daerah. Sehingga terjadi daerah yang berpenduduk padat. Dari prinsip itulah kemudian terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

Þ     Perkembangan dan Perubahan Kebudayaan
Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat. Kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahkluk social, yang digunakan untuk menginterprestasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya di perinci menjadi 7 unsur yaitu :
1.     Unsur religi
2.     Sistem kemasyarakatan
3.     System peralatan
4.     System mata pencaharian hidup
5.     System bahasa
6.     System pengetahuan
7.     Seni
Kebudyaan memiliki 3 wujud, yaitu :
1.     Wujud sebagai kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya.
2.     Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia         dalam masyarakat
3.     Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan. Perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.


Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau jawa. Agama budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya pulau jawa tumbuh dan berkembang dengan damai.

Kebudayaan Islam
Pada abda ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali songo. Titik sentral penyebaran agama islam pada abad itu berada di pulau jawa. Masuknya agama islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Ketika kejayaan majapahit mulai surut, berkembanglah Negara-negara pantau yang dapat merongsong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Di daerah daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan hindu, agama islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. Agama islam berkembang pesar di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dengan begitu, agama islam memberi saham yang besar bagu perkembangan kebudayaaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga member warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Awal kebudayaan barat masuk ke Negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme menggedor masuk ke Indonesia terutama belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun. Dalam kurun waktu itu juga dikota-kota pusat pemerintahan terutama di Jawa, Sulawesi Utara dan Maluku berkembang dua lapisan social. Lapisan pertama terdiri dari kaum buruh. Lapisan kedua adalah kaum pegawai. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia ialah agama katolik dan kristem protestan.

Kebudayaan dan Kepribadian
Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukkan, bahwa terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahawa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Nilai dan kaidah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Suatu kaidah misalnyakaidah hokum memberikan batas-bats pada perilaku seseorang, batas-batas tersebut menjadi suatu “aturan permainan” dalam pergaulan hidup. Sebaliknya segala yang berbda dari corak kebudayaan mereka, dianggap rendah, aneh , kuramg susila, bertentangan dengan kodrat alam, dan sebagaiannya. Contoh : Di Indonesia pada umumnya, apabila seorang wanita hamil tidak mempunyai suami ia adalah profil seseorang yang telah melanggar adat dan norma masyarkat pada umumnya. Akan tetapi jika contoh tersebut terjadi di Negara Barat atau neegara komunis mungkin dianggap biasa saja, itu karena system kaidah orang-orang barat dan komunis membenarkan kebiasaan tingkah laku seperti itu.

Pranata Sosial dan Institusionalisasi
Untuk menjaga agara hubungan antar anggota masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka di dalam masyarakat dibedakan adanya ; cara atau “usage” (kebiasaan) atau “folkways”; tata kelakuan atau “mores”, dan adat istiadat “costom”. Usage menunjukkan pada suatu bentuk perbuatan, kekuatan mengikatnya sangat lemah bila dibandingkan folkways. Folkways diartikan sebagai perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama, yang diikutinya kurang berdasarkan pelikiran dan mendasarkan pada kebiasaan atau tradisi yang diterjemahkan dengan kebiasaan. Mores diikuti tidak hanya secara otomatis kurang berpikir, tetapi karena dihubungkan dengan suatu keyakinan dan perasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat. Costom atau adat istiadat adalah tata kelakuan yang kekal dan kuat integritasnya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Norma-norma tersebut setelah mengalami proses tertentu pad akhirnya akan menajdi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan. Proses tersebut dinamakan proses institusionalisasi, yaitu suatu proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut oleh masyarakat diterima, dihargai dan kemuadian di patuhi dalam mengatur kehidupan sehari-hari.
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga social kemasyrakatan menjadi 8 macam yaitu:
1.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau Domestic Institutions
2.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup atau Economic Institutions
3.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia atau Scientific Institutions
4.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan atau Edutcational Institutions
5.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah , menyatakan rasa keindahan dan rekreasi atau Aesthetic and recreational Institutions
6.     Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (Religious Institutions)
7.     Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (Political Institutions)
8.     Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia atau Cosmetic Institutions 



A.    STUDI KASUS
Indonesia merupakan salah satu negara terpadat di dunia yang mempunyai penduduk yang sangat banyak. Kepadatan penduduk semakin meningkat di beberapa kota besar negara Indonesia terutama di ibukota negara Indonesia yaitu jakarta yang memang adalah kota terpadat di Indonesia. Jakarta merupakan ibu kota indonesia  yang banyak menarik pendatang dari dalam negeri maupun luar negeri. Jakarta pun merupakan pusat pemerintahan, pusat bisnis dan keuangan. Tak heran jika kota ini terpadat karena banyaknya transmigran yang bertransmigrasi ke kota Jakarta. Begitu juga masyarakat yang melakukan urbanisasi dari desa ke kota Jakarta.
Dengan jumlah dan persentase penduduk perkotaan yang semakin besar dan semakin padat tersebut tentu akan menambah “beban hidup” perkotaan yang semakin berat sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang semakin kompleks di bidang-bidang sosial-ekonomi, sosial-budaya, politik-pemerintahan, ketertiban dan keamanan, dan sebagainya. Diantara berbagai permasalahan tersebut yang menonjol diantaranya adalah yang berhubungan dengan kemiskinan perkotaan yang meliputi kondisi, karakteristik, kebijakan sarana-prasarana lingkungan, dan aspek-aspek lainnya yang terkait
Jumlah penduduk yang terus bertambah tentunya memerlukan tempat tinggal, sedangkan lahan yang tersedia sangat terbatas. Terbatasnya lahan untuk mendirikan tempat tinggal menyebabkan harga rumah atau mungkin lahan untuk membangun rumah menjadi sangat mahal. Bagi masyarakat yang tidak mampu membeli rumah di tengah kota dengan harga mahal memaksa mereka untuk mendirikan rumah di bantaran sungai atau dipinggir rel kereta api. Pembangunan pemukiman di bantaran sungai jelas mengganggu ekosistem sungai. Masyarakat yang tinggal di sana selalu membuang sampah rumah tangga mereka ke sungai, seperti sampah plastik, kertas, limbah organik dan anorganik hingga kotoran manusia. Sampah yang dibuang terus-menerus ke dalam sungai mengakibatkan terjadinya pendangkalan sungai. Ini adalah masalah yang serius, karena volume air yang dapat ditampung sungai akan menurun, sedangkan volume air terus meningkat, misalnya pada saat musim hujan. Karena sungai tak mampu lagi menampung air tersebut, akhirnya sungai pun meluap dan mengakibatkan banjir diarea pemukiman sekitar bantaran kali dan bahkan lebih luas lagi. Dampak yang sama juga ditmbulkan dari pembangunan pemukiman yang terus menerus di perkotaan. Kebutuhan lahan untuk membangun tempat tinggal bagi masyarakat yang terus bertambah mengakibatkan daerah resapan air semakin berkurang. Hal ini menyebabkan banyak air yang tidak dapat masuk ke tanah. Selain itu banyak sampah yang menumpuk di drainase air serta got yang mengakibatkan air menjadi tersumbat dan tidak bisa mengalir dengan lancar. Semua itu merupakan dampak yang akibatkan karena padatnya jumlah penduduk.

Sumber : http://paraaaaaah.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-penduduk-dan-kebudayaan.html

Opini :
Menurut pendapat saya selaku warga negara Indonesia, lonjakan penduduk yang semakin naik harus segera diatasi dan di sorot, hal itu juga sebaiknya disadari oleh kita sendiri bahwa membeludaknya penduduk juga membawa kerugian kepada kita. Permasalahan secara garis besar terjadi karena urbanisasi, angka kelahiran lebih besar dari angka kematian dan tidak terlaksananya program pemerintah seperti KB.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar